Senin, 22 Oktober 2012

Perbedaan Statistika Parametrik dan Statistika Nonparametrik


 (1)
Statistika parametrik merupakan analisis statistika yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yakni apakah data menyebar secara normal atau tidak. Pada umumnya, Jika data tidak menyebar secara normal, maka data harus dikerjakan dengan metode Statistika non-parametrik, atau terlebih dahulu dilakukan transformasi agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistika parametrik.

Contoh metode statistika parametrik: uji-z (1 atau 2 sampel), uji-t (1 atau 2 sampel), korelasi pearson, Perancangan Percobaan (1 or 2-way ANOVA parametrik), dll.

 (2)
Statistika non-parametrik analisis statistika yang tidak mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:Binomial test, Chi-square test, Median test, Friedman Test, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar